Carut Marut Penegakkan hukum di Indonesia

Bila kita lihat tentang penegakkan hukum di indonesia memang kacau.

Hukum di indonesia sudah mudah untuk diperjual belikan. Contoh yang paling menghebohkan adalah kasus gayus tambunan. Dia adalah tersangka kasus korupsi di dinas perpajakan yang dijuluki “mafia pajak” akan tetapi, setelah ia ditetapkan menjadi tersangka dan dijatuhi hukuman penjara, ternyata beberapa bulan kemudian dia ditemui sedang liburan dan keluar masuk tahanan hingga 68 kali untuk berbagai keperluan yang tidak jelas. Hal ini bisa terjadi, karena begitu mudahnya integritas para aparat kepolisian dibeli alias ditukar dengan rupiah.Ini sangatlah mengejutkan melihat hukum di Indonesia sangat mudah diperjual belikan. Sungguh memprihatinkan melihat hukum di Indonesia mudah diperjual belikan. Para jaksa cenderung menjadi pemeras dan di kepolisian korupsi terkesan adalah kasus biasa “standart”

Seharusnya penegak hukum sadar karena kasus korupsi merupakan kasus yang sangat berat. Dan kasus besar. Bahkan saat ini korupsi merupakan momok yang tidak bisa dilepaskan  karena sudah mendarah daging  dengan masyarakat indonesia.

Sistem pendidikan juga harus dibenahi, karena jika moral yang baik ditanamkan sejak usia dini, bukan tidak mungkin korupsi bisa di kurangi. Bekali anak dengan pendidikan yang tinggi, pergaulan yang baik, dan juga nilai religius yang tinggi. Karena agama menantang keras kegiatan korupsi. Karena itu merupakan kegiatan memakan / mengambil hak orang lain dengan sengaja. Dan itu merupakan dosa yang amat besar.

Jika warga indonesia terbebas dari korupsi, indonesia akan menjadi negara yang makmur. Jauh dari segala kesulitan dan kemiskinan. Akan tetapi akibat ulah tangan-tangan koruptor, indonesia menjadi semakin kacau, ditambah lagi oleh hukum di Indonesia yang kacau dan terkesan carut marut.

 Untuk menangani kondisi saat ini, kita memerlukan seorang pemimpin yang tegas. Oleh sebab itu, saya menghimbau agar Pak SBY dapat menunjukan kualitasnya dan dapat bertindak tegas dalam menghadapi situasi genting ini. Presiden memiliki andil yang sangat besar dalam membenahi carut marutnya hukum di Indonesia ini.

Benahi mulai dari SDM penegak hukum adalah prioritas yang harus diutamakan. Karena kualitas SDM yang baik akan mempengaruhi penegakkan hukum di Indonesia

Setelah itu barulah membenahi sistem penegakkan hukum yang terkesan ribet dan berbelit-belit. Itu justru akan menciptakan kekacauan. Maka dari itu, sistem juga harus dibenahi agar penegakkan hukum bisa berjalan selaras dengan apa yang warga indonesia harapkan.

Hukum di Indonesia memang sudah kacau. Apalagi hukuman yg diterapkan pada tersangka. Sangat tidak sesuai. Pencuri yang hanya mencuri barang dengan harga tak lebih dari 100.000 bisa dihukum berbulan-bulan. Sedangkan tersangka kasus korupsi yang telah mencuri uang rakyat bermilyar-milyar hanya dihukum tidak lebih dari 0 tahun. Sungguh ironis melihat ketidak adilan yang terjadi di Indonesia .

Masalah ini  juga merupakan kesalahan dari para penegak hukum yang terkesan tidak tegas.

Banyak kasus penting yang mereka abaikan, sedangkan kasus kecil mereka besar-besarkan. Campur tangan pemerintah seharusnya sangat besar dalam membenahi permasalahan hukum di Indonesia yang carut marut ini.

Peran serta masyarakat jg diperlukan dalam membenahi hukum di Indonesia.

SDM di Indonesia juga harus dibenahi sejak usia dini. Jika tiap manusia dibekali pendidikan yang baik, moral yang baik, dan keagamaan yang baik, korupsi bukan tidak mungkin dapat diminimalisir dan bahkan bisa dihilangkan.

Kalau semua elemen mulai dari pemerintah, penegak hukum, masyarakat, dan juga sistem hukum di Indonesia sudah dibenahi secara besar-besaran dan menyeluruh. Indonesia akan terbebas dari belenggu korupsi yang  sudah mendarah daging di Indonesia. Bahkan kasus korupsi tidak ada henti-hentinya muncul. Dan yang lebih mengenaskan lagi, banyak pelaku korupsi yang telah dihukum dan menjalani hukuman, dan ketika terbebas kembali, justru dia melakukan tindakan korupsi lagi.

Ini menandakan hukum di Indonesia kurang tegas. Dan kurang membuat para koruptor kapok akan kasusnya. Ini karena hukum yang mudah dibeli. Di dalam penjara saja ada yang seperti hotel berbintang, disediai pendingin ruangan (AC) televisi, telepon, kasur empuk dan selimutnya. Ini sangatlah ironis.

Justru inilah yang membuat para koruptor tidak pernah kapok untuk mengulangi terus perbuatannya karena dia tidak akan merasa rugi. Di dalam penjarapun mereka bisa seperti berada di hotel berbintang dengan segala fasilitas-fasilitas kelas atas.  Dan merekapun bisa keluar masuk penjara sesuka mereka dengan menyuap oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sungguh ironis, tapi inilah hukum di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s