Manusia

Pengertian manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia dikaruniai budi sehingga mampu memahami, mengerti, dan memecahkan persoalan – persoalan yang ada di sekitarnya. Tentu saja kemampuan manusia ini tidak diperoleh begitu saja. Melalui pengalaman, pendidikan, lambat laun manusia memperoleh pengetahuan tentang segala sesuatu yang terjadi di liongkungannya. Namun manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah didapatnya. Rasa ingin tahu , ingin mengerti yang merupakan kodrat manusia membuat manusia selalu bertanya-tanya apa ini, apa itu, bagaimana ini, bagaimana itu, mengapa begini, mengapa begitu. Pertanyaan – pertanyaan ini muncul sejak manusia mulai bisa berbicara dan dapat mengungkapkan isi hatinya. Makin jauh jalan pikirannya, makin banyak pertanyaan yang muncul , makin banyak usahanya untuk mengerti. Jika jawaban dari pertanyaan –pertanyaan tersebut mencapai alasan atau dasar, sebab atau keterangan yang sedalam-dalamnya, maka puaslah ia dan tidak akan bertanya lagi. Akan tetapi, jika jawaban dari pertanyaan itu belum mencapai dasar, maka manusia akan mencari lagi jawaban yang dapat memuaskannya.

Untuk apa sebenarnya manusia bertanya-tanya dan mencari jawab dari pertanyaan-pertanyaan tersebut? Semua itu dilakukan karena manusia ingin mencari kebenaran. Jika ternyata bahwa pengertiannya atau pengetahuannya itu sesuai dengan hal yang diketahuinya, maka dikatakan orang bahwa pengetahuannya itu benar. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang sesuai dengan obyeknya. Namun kebenaran itu ternyata tidak abadi. Artinya sesuatu yang pada suatu saat dianggap benar di saat yang lain dianggap tidak benar. Ini semua terjadi karena dinamika manusia yang selalu bergerak dan ingin mendapatkan sesuatu yang baru.

Unsur-unsur yang membangun manusia

1) Manusia itu terdiri dari empat unsur yang sating terkait, yaitu
a. Jasad : badan kasar manusia yang nampat pada luamya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.
b. Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
c. Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahimya kebudayaan.
d. Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.


Hakekat manusia

A. Mahluk ciptaan Tuhan.

Makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.


B. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna,

jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.Kesempumaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya.

1) Perasaan intelektual

Perasaan intelektual adalah perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Seseorang merasa senang  atau puas  apabila ia  dapat mengetahui sesuatu,  sebaliknya akan merasa  tidak puas atau

tidak senang apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.

2) Perasaan estetis

Perasaan  estetis  adalah  perasaan  yang  berkenan  dengan keindahan.  Seseorang merasa senang apabila ia  melihat  atau mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul perasaan kesal apabila tidak indah.

3) Perasaan etis

Perasaan  etis  adalah  perasaan  yang  berkenaan  dengan  kebaikan . Seseorang  merasa  senang apabila sesuatu itu balk, sebaliknya perasaan benci apabila sesuatu itu jahat.

4) Perasaan diri

Perasaan diri adalah perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa tinggi, angkuh, dan sombong, sebaliknya apabila ada kekurangan pada dirinya ia merasa rendah did (minder)

5) Perasaan sosial

Perasaan  sosial  adalah  perasaan   yang   berkenaan  dengan   kelompok   atau  korp  atau  hidup bermasyarakat,  ikut   merasakan  kehidupan  orang  lain.  Apabila orang berhasil, ia ikut senang, apabila orang gagal, memperoleh musibah, ia ikut sedih.

6) Perasaan religious

Perasaan religious  adalah  perasaan  yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan. Seseorang merasa  tentram  jiwanya  apabila ia tawakal kepada Tuhan, yaitu mematuhi segala perintah–Nya dan menjauhi larangan – Nya.

C. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia   adalah   produk  dari  saling  indak  atau  interaksi  faktor-faktor  hayati dan budayawi.

D. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan tekologi), mempunyai ikualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren   Kienkegaard   seorang  filsuf  Denmark  pelopor  ajaran   “eksistensialisme”  memandang manusia   dalam   konteks   kehidupan   konkrit   adalah   mahluk  alamiah  yang  terikat   dengan lingkungannya  (ekologi),  memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s